Nyamuk merupakan serangga yang memiliki peran penting dalam kesehatan masyarakat karena sebagian besar nyamuk berperan sebagai vektor berbagai penyakit menular. Nyamuk termasuk dalam ordo Diptera, famili Culicidae, yang terbagi ke dalam subfamili Anophelinae (Anopheles) dan Culicinae (Aedes dan Culex). Genus Aedes, khususnya Aedes aegypti dan Aedes albopictus, menjadi vektor utama arbovirus seperti demam berdarah dengue, chikungunya, zika, dan yellow fever. Pada tahun 2023, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Utara tercatat sebanyak 978 kasus. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Minahasa menyumbang 579 kasus. Menurut kepala dinas kesehatan Minahasa di tahun 2024, Kabupaten Minahasa tercatat sebanyak 270 kasus penyakit DBD. Kecamatan Pineleng mencatat 38 kasus, menjadikannya sebagai kecamatan dengan jumlah kasus DBD terbanyak di wilayah tersebut pada tahun 2024. Peran serta masyarakat sangat penting dalam pengendalian penyakit DBD, ini akan sangat membantu pemerintah mensukseskan upaya preventif DBD sehingga bisa dikendalikan. Pemutusan rantai penyakit melalui 3M Plus sangat penting dalam tindakan pencegahan DBD. Untuk itu, diperlukan pemahaman pengetahuan tentang Nyamuk Aedes sp sebagai vektor penyakit DBD kepada masyarakat. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi masyarakat di Desa Sea Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara, maka kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Pengetahuan tentang Nyamuk Aedes aegypti untuk Pencegahan Penyakit DBD
Copyrights © 2026