Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran fundamental karena merupakan masa keemasan (golden age). Rendahnya kualitas literasi nasional menuntut model inovatif yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan memperkuat fondasi Literasi Baca Tulis Hitung (Calistung). Meskipun Model Pembelajaran Inkuiri (IBL) terbukti efektif secara umum, kajian kualitatif mengenai integrasi spesifik IBL dan Calistung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam implementasi IBL Terbimbing dan efektivitasnya dalam mengintegrasikan Calistung secara fungsional pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif (penelitian lapangan), yang melibatkan 1 guru dan 15 peserta didik pada TKIT Mafaaza Daya Utama Kota Bekasi. Data dikumpulkan melalui triangulasi: observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, berfokus pada pemetaan sintaks IBL dan fungsionalitas Calistung di dalamnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa IBL terbimbing efektif meningkatkan pemahaman Calistung Fungsional. Secara konkret, aktivitas eksplorasi media angklung dalam sintaks IBL (terutama pada tahap 'Eksplorasi' dan 'Interpretasi') terbukti meningkatkan kemampuan berhitung (pengenalan pola ritme) dan menulis (pencatatan hasil eksplorasi) anak. Integrasi Calistung terjadi secara sistemik pada setiap sintaks IBL, di mana keterampilan tersebut digunakan untuk memecahkan masalah investigasi yang berpusat pada eksplorasi angklung
Copyrights © 2025