Pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi memiliki faktor risiko terjadinya perubahan hemodinamik tekanan darah dan nadi. Insiden hipotensi dan bradikardi tertinggi pada kasus obstetri pasca spinal anestesi. Tindakan sectio caesarea memiliki risiko terjadinya perdarahan dan syok secara mendadak, hal ini dapat diperparah dengan efek dari obat spinal anestesi. Perlu dilakukan pemulihan dengan cara mobilisasi dini untuk mengembalikan fungsi fisiologis dan sistem kardiovaskuler pasca tindakan. Penerapan mobilisasi dini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh terhadap tekanan darah dan nadi pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasy eksperimen dengan desain Pretest-Post-test Nonequivalent Control Grub Design total 78 responden dengan jumlah 39 responden per kelompok yang diambil sesuai kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi dilakukan pretest-Post-test pengukuran tekanan darah dan nadi sebelum dan sesudah mobilisasi dini dilakukan sedangkan, kelompok kontrol dilakukan pretest-Post-test pengukuran tekanan darah dan nadi dengan tidak dilakukan intervensi mobilisasi dini. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap tekanan darah dan nadi pada pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi. Hasil penelitian pada kelompok intervensi rata-rata tekanan sistole saat pretest yaitu 113.82 mmHg dan Post-test dihasilkan rata-rata sebesar 118.59 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan diastole saat pretest yaitu 67.77 mmHg dan ketika Post-test yaitu 75.05 mmHg. Nadi pada kelompok intervensi saat pretest yaitu rata-rata 83.03x/mnt dan rata-rata hasil Post-test yaitu 87.69x/mnt.
Copyrights © 2024