Cabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat. Peran dan manfaatnya tersebut menjadikannya sebagai salah satu komoditas hortikultura dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Produksi cabai merah besar (C. annuum L.) cenderung terus menurun dan salah satu penyebabnya yaitu gulma. Gulma yang biasa hidup berdampingan dengan tanaman hortikultura ialah rumput teki (Cyperus rotundus L.). Rumput teki mengandung senyawa alelokimia yang akan mempengaruhi tanaman disekitarnya. Senyawa alelokimia tersebut dapat memacu sekaligus menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu dilakukan uji perendaman benih C. annuum L. di dalam ekstrak etanol daun C. rutundus L. untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan C.annuum L. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ekstrak etanol daun rumput teki (C. rotundus L.) dalam 6 taraf konsentrasi (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) dengan 4 kali pengulangan. Parameter yang diamati yaitu persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman, kandungan klorofil dan skor keracunan. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 % (α= 5 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rumput teki pada konsentrasi 5% dapat memacu pertumbuhan jumlah daun, menghasilkan jumlah berat basah dan berat kering terbesar pada tanaman cabai merah besar, sedangkan konsentrasi 25% dapat menghambat proses perkecambahan, menekan pertumbuhan tinggi tanaman, menekan jumlah kandungan klorofil dan menyebabkan keracunan pada daun.
Copyrights © 2024