Penulisan ini mengkaji sejarah sosial pendidikan Islam pada masa sahabat dengan fokus pada tiga aspek utama: konstelasi politik, tradisi belajar, dan karya intelektual para sahabat. Pada masa sahabat besar yang berlangsung sekitar 30 tahun, wilayah Islam telah meluas dan materi pelajaran yang diajarkan pun berbeda dengan masa Nabi. Pendidikan Islam sudah berkembang dengan munculnya ilmu-ilmu bahasa dan filsafat, dengan tujuan untuk melanjutkan dan mempertahankan apa yang sudah dicapai pada masa Nabi dan mewariskan nilai serta budaya Islami kepada generasi selanjutnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami fenomena tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis library research, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menghasilkan narasi yang sistematis dan logis. Hasil penulisan menunjukkan bahwa konstelasi politik pada masa sahabat, meskipun dinamis, tidak menjadi penghalang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, tradisi belajar yang kuat, seperti majelis ilmu di masjid dan rumah, menjadi pusat transfer pengetahuan. Tradisi ini kemudian melahirkan karya-karya intelektual yang monumental, menjadi warisa berharga bagi generasi berikutnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam pada masa sahabat merupakan sebuah ekosistem yang mandiri, di mana ilmu pengetahuan berkembang dalam harmoni dengan kondisi sosial dan politik saat itu
Copyrights © 2025