Fenomena korupsi di Indonesia yang semakin meluas menuntut adanya upaya preventif melalui pendidikan antikorupsi sejak usia dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat literasi antikorupsi pada siswa Sekolah Dasar YPPK Salor, Kampung Ivimahad, Kabupaten Merauke. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, edukasi, pemutaran video, diskusi, serta permainan simulasi yang dirancang secara partisipatif. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari penuh dengan pesertaseluruh siswa kelas 5 dan 6 sebanyak 35 Orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terkait definisi, bentuk, dan dampak korupsi, baik dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pendidikan. Siswa mampu mengidentifikasi perilaku koruptif sederhana seperti menyontek, memotong antrean, dan menyembunyikan kesalahan, serta merefleksikan komitmen pribadi untuk berperilaku jujur dan bertanggung jawab. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan moral knowing, moral feeling, dan moral action sebagai fondasi pembentukan karakter berintegritas. Dengan demikian, pendidikan antikorupsi di tingkat sekolah dasar menjadi strategi penting dalam membangun generasi muda yang sadar nilai dan berperan dalam menciptakan budaya antikorupsi.
Copyrights © 2025