Konsumsi energi listrik yang meningkat mengakibatkan Pembangkit tenaga listrik yang didirikan semakin banyak. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) termasuk pemasok listrik terbesar yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Limbah yang dihasilkan akan berpotensi mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Pengelolaan limbah harus dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan FABA PLTU Pacitan dan membandingkan dengan peraturan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dibutuhkan berasal dari studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil uji karakteristik ini menunjukkan terdapat parameter SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, dan Na2O yang kurang memenuhi standar kualitas pozzolan. Namun pada Bottom Ash, SiO2 telah memenuhi standar. Proses pengelolaan limbah yang diterapkan dinilai telah memenuhi standar atau regulasi yang berlaku untuk mendukung kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Copyrights © 2025