Penelitian ini menganalisis strategi pembentukan karakter kewirausahaan di Pondok Pesantren Al-Firdausiy Kota Semarang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter kewirausahaan santri dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) pembentukan kognisi melalui kajian kitab klasik seperti Fathul Qorib dan Bulughul Marom serta pelatihan teori dasar kewirausahaan, termasuk perhitungan laba, mitigasi risiko, dan analisis harga pasar; (2) pembentukan sikap dan prinsip kewirausahaan melalui program Lembaga Ngajiyuk Semarang dan pesantren karakter; (3) pembentukan perilaku melalui praktik langsung seperti kegiatan berjualan di kampus. Karakter kewirausahaan menjadi program utama pesantren dengan visi “bagus akhlake, pinter ngaji, lan dagang.” Program ini berdampak pada terbentuknya santri yang mandiri, disiplin, kreatif, serta bertanggung jawab.
Copyrights © 2026