ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana persahabatan lawan jenis membentuk pemaknaan dan preferensi perilaku perempuan dewasa awal melalui proses konstruksi sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, penelitian ini melibatkan enam perempuan berusia 20–30 tahun dari Pontianak, Jakarta, dan Kupang yang memiliki pengalaman persahabatan intens dengan sahabat pria. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah interaksi digital, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi lintas gender menjadi arena terbentuknya pola pikir yang lebih rasional, peningkatan kemandirian dalam pengambilan keputusan, dan penyesuaian gaya komunikasi yang lebih lugas. Proses resosialisasi nilai tampak ketika perempuan mengadopsi pola berpikir sistematis, strategi komunikasi terstruktur, dan memperoleh pemahaman baru mengenai dinamika relasi romantis. Namun, temuan juga mengungkap keberlanjutan tekanan sosial melalui norma yang mengaitkan kedekatan pria–wanita dengan potensi romansa, termasuk tantangan yang muncul pada ruang digital berupa ambiguitas relasi dan perubahan batasan interaksi. Secara keseluruhan, pemaknaan dan preferensi perilaku perempuan dalam persahabatan lawan jenis merupakan hasil interaksi dialektis antara struktur sosial, norma gender, dan agensi individu. Temuan ini memperkaya literatur sosiologi hubungan sosial terkait rekonstruksi makna gender dalam konteks persahabatan heterosocial.Kata kunci: Persahabatan Lawan Jenis, Konstruksi Sosial, Wanita Dewasa Awal, Interaksi Lintas Gender ABSTRACT This study examines how cross-gender friendships shape the meaning-making processes and behavioral preferences of early adult women through social construction. Using a qualitative phenomenological design, the research involved six women aged 20–30 from Pontianak, Jakarta, and Kupang who had intensive cross-gender friendship experiences. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and analysis of digital interactions, and were analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis. The findings reveal that cross-gender interactions function as a site where more rational thinking patterns, greater independence in decision-making, and more direct communication styles are formed. A process of value resocialization occurs as women adopt systematic modes of reasoning, structured communication strategies, and new understandings of romantic relationship dynamics. However, the study also identifies persistent social pressures stemming from norms that associate male–female closeness with potential romantic involvement, alongside emerging challenges in digital spaces such as relational ambiguity and shifting interaction boundaries. Overall, women’s meaning-making and behavioral preferences in cross-gender friendships are shaped through dialectical interactions among social structures, gender norms, and individual agency. These findings contribute to sociological scholarship by illuminating the reconstruction of gender meanings within heterosocial friendship contexts.Keywords: Cross-Gender Friendship, Social Construction, Early Adult Women, Heterosocial Interaction
Copyrights © 2025