Akses pelayanan ortotik prostetik (OP) di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan fasilitas layanan, jarak geografis, kesiapan medis pasien, serta kelengkapan administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kondisi ini berdampak pada keterlambatan pelayanan, meningkatnya biaya transportasi pasien, serta rendahnya pemanfaatan layanan ortotik prostetik. RSUD Sumberglagah sebagai rumah sakit rujukan rehabilitasi medik mengembangkan inovasi KPOP (Konsultasi Pelayanan Ortotik Prostetik) berbasis aplikasi WhatsApp sebagai solusi konsultasi daring tanpa biaya sebelum pasien datang ke rumah sakit. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi inovasi KPOP serta dampaknya terhadap peningkatan akses dan kesiapan pelayanan ortotik prostetik. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan memanfaatkan data pelayanan sebelum dan sesudah inovasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan jumlah kunjungan pasien, penurunan signifikan ketidaksiapan kondisi stump dan kegagalan administrasi, serta peningkatan kepuasan pasien. Inovasi KPOP terbukti efektif dalam meningkatkan aksesibilitas, efisiensi pelayanan, dan kualitas layanan ortotik prostetik.
Copyrights © 2026