Penelitian ini mengkaji refleksi belajar siswa dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Aliyah (MA) Al-Falah, Penajam Paser Utara. Kurikulum ini menekankan nilai empati, self-compassion, dan peer-caring yang bertujuan mengembangkan karakter siswa agar seimbang secara spiritual, sosial, dan intelektual. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pengumpulan data melalui survei, wawancara semi-terstruktur, observasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi belajar secara sistematis meningkatkan kesadaran metakognitif, evaluasi diri, dan internalisasi nilai-nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial. Lingkungan belajar yang ramah anak dan aman secara psikologis, didukung oleh perhatian serta dukungan guru, memfasilitasi terciptanya suasana refleksi yang autentik dan transformatif. Implementasi kurikulum ini juga mendorong motivasi intrinsik dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran, memperkuat kedisiplinan dan kualitas akademik sekaligus pembangunan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi penting pada pengembangan pendidikan holistik dan inklusif yang mengintegrasikan aspek spiritual, emosional, sosial, dan intelektual. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah pengembangan instrumen refleksi yang sesuai dengan nilai Kurikulum Berbasis Cinta dan pelatihan guru untuk mengoptimalkan fasilitasi refleksi siswa dalam berbagai konteks pendidikan.
Copyrights © 2025