Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF SOCIO-CULTURAL CHANGE: THE CHALLENGES OF MULTICULTURAL AND RADICALISM IN ISLAMIC EDUCATION Sukamto, Agus; Nurvayanti, Nanik; Zamroni, Zamroni
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 3, No 1 (2025): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid social and cultural changes, particularly as a result of advances in information and communication technology, present various challenges for Islamic education. Islamic education must be able to adapt to multicultural dynamics without sacrificing the fundamental values of religious teachings. This study examines the challenges arising from the implementation of multicultural education in an Islamic context and the threat of radicalism that can disrupt social harmony. The research was conducted through a literature review that synthesized various current literature on multiculturalism, radicalism, and Islamic education. The results indicate that Islamic education plays a strategic role in instilling values of tolerance, moderation, and respect for cultural, religious, and ethnic diversity in pluralistic Indonesia. Furthermore, Islamic education serves as a primary bulwark in preventing radicalism through curriculum strengthening, teacher training, and family and community involvement. An inclusive and adaptive approach to the curriculum, along with cross-cultural and interfaith dialogue, are key to building a harmonious, peaceful, and just society. Deradicalization efforts through Islamic education need to be systematically and sustainably designed to foster a moderate and open generation.
Refleksi Belajar Siswa Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Nurvayanti, Nanik; Bahrani, Bahrani; Sukamto, Agus
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.666

Abstract

Penelitian ini mengkaji refleksi belajar siswa dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Aliyah (MA) Al-Falah, Penajam Paser Utara. Kurikulum ini menekankan nilai empati, self-compassion, dan peer-caring yang bertujuan mengembangkan karakter siswa agar seimbang secara spiritual, sosial, dan intelektual. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pengumpulan data melalui survei, wawancara semi-terstruktur, observasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi belajar secara sistematis meningkatkan kesadaran metakognitif, evaluasi diri, dan internalisasi nilai-nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial. Lingkungan belajar yang ramah anak dan aman secara psikologis, didukung oleh perhatian serta dukungan guru, memfasilitasi terciptanya suasana refleksi yang autentik dan transformatif. Implementasi kurikulum ini juga mendorong motivasi intrinsik dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran, memperkuat kedisiplinan dan kualitas akademik sekaligus pembangunan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi penting pada pengembangan pendidikan holistik dan inklusif yang mengintegrasikan aspek spiritual, emosional, sosial, dan intelektual. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah pengembangan instrumen refleksi yang sesuai dengan nilai Kurikulum Berbasis Cinta dan pelatihan guru untuk mengoptimalkan fasilitasi refleksi siswa dalam berbagai konteks pendidikan.