Penulisan ini dilatarbelakangi oleh Orang tua dalam mendidik akhlak remaja putri dengan mengingatkan shalat tepat waktu dan mengaji, Namun pada saat diingatkan remaja putri tersebut hanya mengiyakan saja tidak melakukannya. Selain itu sebagai orang tua tentu akan memberikan nasehat dan mengajarkan untuk belajar mandiri. Ketika remaja putri di nasehati oleh orang tua hanya akan berubah beberapa saat saja setelah itu remaja putri tersebut melupakan nasehat orang tuanya dan ada beberapa remaja putri yang berani melawan atau membantah nasehat dari orang tua sehingga remaja putri ini tidak bisa mengendalikan dirinya agar selalu berada di jalan yang benar dan akhirnya remaja putri terjerumus pada kenakalan remaja. Tujuan penelitiannya yaitu untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mendidik akhlak remaja putri di Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah orang tua dan remaja putri di Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mendidik akhlak remaja putri ada lima yaitu : 1) Mengajarkan Pendidikan Tauhid, orang tua menjadikan dirinya contoh dalam ibadah kepada anaknya seperti Shalat, puasa dan mengaji tapi beberapa remaja putri menunjukkan sikap malas dalam melaksanakan shalat dan enggan untuk mengaji. 2) Mengajarkan Adab dan Akhlak, orang tua mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih kecil dan menjadi manusia yang bertanggung jawab, tolong menolong, menepati janji dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Namun beberapa remaja putri sering membantah saat di beri nasihat dan menunjukkan sikap impulsif seperti membanting barang. 3) Mengajarkan anak dalam beribadah, orang tua melibatkan remaja putri secara langsung seperti mengajak remaja putri bersedekah. 4) Bersikap lemah lembut dan tegas, orang tua akan bersikap lemah lembut ketika remaja putri sedang merasakan sedih dan takut dan akan bersikap tegas ketika remaja putri melakukan kesalahan. 5) Memperhatikan perkembangan kesehatan anak baik jasmani dan rohani, orang tua mengajarkan tentang kebersihan diri terutama saat remaja putri sudah menstruasi dan dalam perkembangan rohani orang tua selalu mengajarkan nilai-nilai agama, etika bersosial serta pembatasan penggunaan HP.
Copyrights © 2025