Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK MAHMUDAH DALAM NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH KARYA HABIBURRAHMAN EL SYIRAZY Nur Azizah; Deswalantri
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. Spesial Issues 1 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2iSpesial Issues 1.1115

Abstract

Morals are very important in life. In this regard, the role of Islamic religious education among Muslims is included in the category of embodiment of the ideals of Islamic life in preserving and transforming Islamic values to the next generation personally. Morals guided by the light of Allah will give birth to a straight and directed ethics. As a result, moral development education should be provided in formal, non-formal, and informative teaching and education. The purpose of this study is to describe the values of moral education in the novel when love is blessed by Habiburrahman El Shirazy. This research method is a type of library research where data is collected from relevant written documents The purpose of this research is to solve problems that require a critical and indepthstudy of the relevant library materials. Nasal data comes from primary andsecondary sources. The results show that the values of moral education in thenovel when love is blessed by Habiburrahman El Shirazy are: morality towardsAllah and His Messenger, which consists of gratitude, patience, and salawat,morals. towards parents, which consists of gentle words to parents, moralstowards oneself which consists of hard work, high ideals. Morals towards fellowhuman beings consisting of humility. Based on the research that has been carriedout, it is concluded that in the novel when love is blessed by Habiburrahman ElShirazy contains the values of mah easy moral education including: 1) moralstowards Allah and His Messenger, 2) morals towards parents, 3) morals towardsoneself, 4 ) morality towards fellow human beings
Project-Task Based Learning (PROTABING) Model: Validity in Indonesian Language Learning in Senior High Schools Jasmienti; Deswalantri; Lismay, Leli; Istiqlal, Abdul; Jambak, Ella Jeniro
International Journal of Language Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Language Pedagogy Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijolp.v5i1.111

Abstract

Teacher readiness and limited resources are still major obstacles in implementing the curriculum, including in learning Indonesian. Challenges such as lack of training, irrelevant materials, and the dense content of the Kurikulum 2013 encouraged the birth of the Kurikulum Merdeka, although similar obstacles still arise in learning. To overcome the problems found, one alternative that can be done is to innovate in learning. Based on this, the purpose of this study is to explain the characteristics of the Project-Task Based Learning (PROTABING) model that is valid in learning Indonesian in Secondary Schools. This research is included in the type of development research or Research and Development (R&D). In this study, the approach used is the 4-D development model developed by Thiagarajan & Semmel (1974) which consists of four main stages, namely define, design, develop, and disseminate. The instruments used are questionnaires, namely expert validation questionnaires. The instruments used are validated before use. This study produced a PROTABING model design consisting of 5 syntaxes, namely exploration, planning, implementation, monitoring and evaluation of the process, completion and presentation. The model was validated by experts and produced a valid learning model, with a validation value of material or content of 94%, presentation of 94%, language of 93%, syntax of 89%, reaction principle of 85%, social system of 88%, support system of 97%, instructional impact and accompaniment of 98%.
Pengaruh Pendekatan Scaffolding Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Julanda, Rico; Deswalantri; Gema Hista Medika; Tasnim Rahmat; Pipit Firmanti
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 1 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v1i2.953

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII di MTsN 3 Agam. Rendahnya hasil belajar menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan mengaitkan antar konsep dan menerapkan prinsip matematika dalam pemecahan masalah. Salah satu alternatif solusi yang dipandang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan pendekatan scaffolding, yaitu strategi pembelajaran yang memberikan dukungan bertahap sesuai kebutuhan belajar siswa hingga mereka mampu belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan scaffolding terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII MTsN 3 Agam tahun pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan rancangan Randomized Control Group Only Design. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas VIII MTsN 3 Agam tahun pelajaran 2019/2020. Melalui teknik pengambilan sampel acak, terpilih kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan pendekatan scaffolding dan kelas VIII-3 sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep matematika yang telah divalidasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,33 lebih besar daripada ttabel sebesar 1,68 pada taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan pendekatan scaffolding terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan scaffolding efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di tingkat madrasah untuk membantu siswa membangun pemahaman konseptual secara bertahap dan mendalam.
Peran Orangtua dalam Mendidik Akhlak Remaja Putri di Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Meliya; Jasmienti; Deswalantri; Karim, Hamdi Abdul
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1822

Abstract

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh Orang tua dalam mendidik akhlak remaja putri dengan mengingatkan shalat tepat waktu dan mengaji, Namun pada saat diingatkan remaja putri tersebut hanya mengiyakan saja tidak melakukannya. Selain itu sebagai orang tua tentu akan memberikan nasehat dan mengajarkan untuk belajar mandiri. Ketika remaja putri di nasehati oleh orang tua hanya akan berubah beberapa saat saja setelah itu remaja putri tersebut melupakan nasehat orang tuanya dan ada beberapa remaja putri yang berani melawan atau membantah nasehat dari orang tua sehingga remaja putri ini tidak bisa mengendalikan dirinya agar selalu berada di jalan yang benar dan akhirnya remaja putri terjerumus pada kenakalan remaja. Tujuan penelitiannya yaitu untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mendidik akhlak remaja putri di Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah orang tua dan remaja putri di Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mendidik akhlak remaja putri ada lima yaitu : 1) Mengajarkan Pendidikan Tauhid, orang tua menjadikan dirinya contoh dalam ibadah kepada anaknya seperti Shalat, puasa dan mengaji tapi beberapa remaja putri menunjukkan sikap malas dalam melaksanakan shalat dan enggan untuk mengaji. 2) Mengajarkan Adab dan Akhlak, orang tua mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih kecil dan menjadi manusia yang bertanggung jawab, tolong menolong, menepati janji dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Namun beberapa remaja putri sering membantah saat di beri nasihat dan menunjukkan sikap impulsif seperti membanting barang. 3) Mengajarkan anak dalam beribadah, orang tua melibatkan remaja putri secara langsung seperti mengajak remaja putri bersedekah. 4) Bersikap lemah lembut dan tegas, orang tua akan bersikap lemah lembut ketika remaja putri sedang merasakan sedih dan takut dan akan bersikap tegas ketika remaja putri melakukan kesalahan. 5) Memperhatikan perkembangan kesehatan anak baik jasmani dan rohani, orang tua mengajarkan tentang kebersihan diri terutama saat remaja putri sudah menstruasi dan dalam perkembangan rohani orang tua selalu mengajarkan nilai-nilai agama, etika bersosial serta pembatasan penggunaan HP.
Pengaruh Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) Siswa Kelas IV di SDN 04 Kubang Putiah Kabupaten Agam Nelpi Oksa Putri; Deswalantri
YASIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i4.11238

Abstract

Learning outcomes in Islamic Religious Education and Character Education remain a concern in various studies, but research on the application of the Rotating Trio Exchange (RTE) learning model at the elementary school level remains limited. This study aimed to analyze the effect of the Rotating Trio Exchange learning model on the Islamic Religious Education and Character Education learning outcomes of fourth-grade students at SDN 04 Kubang Putiah. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental One-Group Pretest–Posttest Design involving 20 students selected through total sampling. Data were collected using multiple-choice tests administered before (pretest) and after (posttest) the implementation of the learning model. The data were analyzed using descriptive statistics, a normality test, a homogeneity test, a paired-samples t-test, and an N-Gain test. The results showed that the students’ mean score increased from 55.25 on the pretest to 80.45 on the posttest. The test results indicated a significance value of 0.000 (< 0.05), while the N-Gain value of 0.5715 was categorized as moderate. These findings indicate that the implementation of the Rotating Trio Exchange learning model significantly improves learning outcomes in Islamic Religious Education and Character Education. This study strengthens the literature on cooperative learning by emphasizing the importance of active, collaborative, and student-centered learning. Practically, the findings may serve as a consideration for teachers in selecting learning models that promote active participation and improve students’ learning outcomes. Future studies are recommended to examine the implementation of this model across broader subject matter, educational levels, and sample sizes.
Pengaruh Model Pembelajaran Gamifikasi terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di MTs Muhammadiyah Paraman Ampalu Ila Angraini; Deswalantri
YASIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i4.11239

Abstract

Although the influence of learning models on students’ learning outcomes has been widely examined, studies specifically investigating the effectiveness of gamification in Fiqh learning at the madrasah tsanawiyah level remain limited. This study aimed to analyze the effect of the gamification learning model on the Fiqh learning outcomes of students at MTs Muhammadiyah Paraman Ampalu. The study employed a quantitative approach with a Pretest–Posttest Control Group Design involving 25 eighth-grade students selected through random sampling. Data were collected using learning outcome tests in the form of pretests and posttests that met the validity and reliability requirements. The data were analyzed using normality and homogeneity tests and an independent-samples t-test with the assistance of IBM SPSS Statistics. The results showed that the gamification learning model had a significant effect on students’ learning outcomes. This finding was indicated by the higher mean posttest score of the experimental class than that of the control class and a hypothesis-testing significance value of less than 0.05. These results confirm that integrating game elements into learning can improve students’ engagement and learning outcomes. This study enriches the literature on the application of gamification in Islamic Religious Education and confirms that the gamification learning model is appropriate as an alternative model for active, engaging, and student-centered Fiqh learning. Practically, the findings may serve as a consideration for teachers and madrasahs in developing innovative learning strategies to improve students’ learning outcomes.