Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi epistemik di era digital melalui perspektif paradigma ilmiah Thomas Kuhn dalam konteks budaya post-truth. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui identifikasi literatur, katalogisasi dokumen, serta pembacaan mendalam, lalu dianalisis menggunakan analisis tematik secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: pergeseran otoritas epistemik menuju algoritma, krisis verifikasi sebagai bentuk anomali ilmiah, meningkatnya risiko etis–epistemik, dan munculnya kebutuhan reorientasi epistemologi digital. Temuan ini memperlihatkan bahwa era digital memunculkan tekanan paradigmatik yang menandai fase krisis dalam kerangka Kuhn. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi epistemik ini memiliki implikasi luas bagi pengembangan teori epistemologi digital, literasi kritis, dan regulasi pengetahuan berbasis algoritma. Kajian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi manifestasi krisis epistemik pada konteks sosial dan institusional yang lebih spesifik.
Copyrights © 2025