Abstract: Cross-cultural education, often referred to as PLB, is seen as strategic for developing students' multicultural character based on respect for diversity, equity, and inclusion. This article will present a literature review of national and international publications related to the role of PLB in strengthening students' multicultural knowledge, attitudes, and skills. Using a narrative review of published sources from 2015–2025, this paper identifies: (1) PLB's contribution to cultural literacy, empathy, and prejudice reduction; (2) effective implementation strategies at the curriculum, pedagogy, assessment, and school climate levels; and (3) supporting and inhibiting factors influencing success. This study also shows that PLB integrated into learning, cross-subject projects, and reflective practice effectively fosters multicultural character, especially when supported by school leadership, parent-community collaboration, and clear policies. Practical implications and recommendations are presented for curriculum developers, principals, and teachers. Keywords: cross-cultural education; multicultural character; diversity; inclusion; school Abstrak: Pendidikan lintas budaya atau sering kali di sebut dengan PLB di pandang strategis untuk membangun karakter multikultural siswa yang berlandaskan penghargaan terhadap keberagaman, keadilan, dan inklusi. Artikel ini akan menyajikan tentang kajian literatur terhadap publikasi nasional dan internasional terkait peran PLB itu sendiri dalam memperkuat dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan multikultural peserta didik. Menggunakan metode tinjauan naratif terhadap sumber-sumber terbitan 2015–2025, tulisan ini mengidentifikasi: (1) kontribusi PLB pada literasi budaya, empati, dan pengurangan prasangka; (2) strategi implementasi efektif di level kurikulum, pedagogi, asesmen, dan iklim sekolah; serta (3) faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberhasilan. Kajian ini juga menunjukkan bahwa PLB yang terintegrasi dalam pembelajaran, proyek lintas mata pelajaran, dan praktik reflektif efektif menumbuhkan karakter multikultural, terutama bila didukung kepemimpinan sekolah, kolaborasi orang tua–komunitas, dan kebijakan yang jelas. Implikasi praktis dan rekomendasi disajikan untuk pengembang kurikulum, kepala sekolah, dan guru. Kata Kunci: pendidikan lintas budaya; karakter multikultural; keberagaman; inklusi; sekolah