Penurunan imunitas masyarakat akibat gaya hidup modern dan keterbatasan akses layanan kesehatan menuntut solusi alternatif yang efektif, ekonomis, dan berbasis kearifan lokal. Indonesia memiliki lebih dari 9.600 spesies tanaman obat yang berpotensi sebagai imunomodulator. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Siliwangi Garut terkait pemanfaatan tanaman herbal sebagai imunomodulator melalui pendekatan edukatif dan praktik pembuatan sediaan herbal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental rancangan kelompok tunggal dengan pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan pada 11 responden. Pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi interaktif, diskusi, serta demonstrasi pembuatan sediaan herbal berbahan jahe. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan nilai pengetahuan dari rata-rata 57,27 menjadi 89,09 poin (p = 0,000), dengan seluruh responden mengalami peningkatan tanpa penurunan. Sebanyak 4 responden (36,36%) mencapai nilai sempurna. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan herbal masyarakat dan memperkuat pemanfaatan kearifan lokal sebagai solusi kesehatan mandiri. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui pembentukan kader kesehatan dan penyusunan panduan praktis berbasis komunitas.
Copyrights © 2026