Usia reproduksi merupakan interval penting untuk kesehatan individu, karena selama periode ini keadaan fisiologis tubuh biasanya optimal; Namun, ini juga menghadirkan peningkatan kerentanan terhadap perkembangan faktor risiko yang terkait dengan gangguan metabolisme. Gaya hidup kontemporer yang ditandai dengan aktivitas fisik yang tidak mencukupi, asupan kalori yang berlebihan, stres psikologis, dan frekuensi evaluasi medis yang tidak memadai merupakan penentu risiko yang signifikan. Demografi usia reproduksi, khususnya individu mulai dari 20 hingga 55 tahun, sangat rentan terhadap pilihan gaya hidup yang tidak sehat, termasuk ketidakaktifan fisik, ketidakseimbangan diet, dan peningkatan tingkat stres, yang semuanya merupakan faktor risiko utama untuk diabetes mellitus (DM). Populasi pada kegiatan ini merupakan umat wilayah 13 St. Louis, selanjutnya subjek yang bersedia dilakukan pemeriksaan berjumlah 33 orang. Selanjutnya subjek dilakukan pemeriksaan glukosa darah sewaktu menggunakan alat POCT. Temuan yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 15% peserta termasuk dalam kategori diabetes, 12% memiliki kondisi pra-diabetes, sementara 73% menunjukkan kadar glukosa darah normal. Mengingat hasil pemeriksaan, disimpulkan bahwa kegiatan PkM ini berhasil mengidentifikasi celah kesadaran kesehatan yang signifikan, ditunjukkan dengan 27% peserta yang berada dalam kondisi berisiko tinggi (diabetes dan pra-diabetes) tanpa mereka sadari.
Copyrights © 2025