Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan kurikulum Bahasa Inggris yang terstruktur dan sistematis bagi lembaga pendidikan non-formal “Learning and Piety” di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap utama, yaitu observasi, diskusi, perancangan kurikulum, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ketiadaan kurikulum terstruktur sebelumnya menyebabkan ketidakkonsistenan dalam materi ajar dan proses penilaian. Setelah implementasi kurikulum baru dan pelatihan microteaching, para fasilitator menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam konsistensi pengajaran, pengelolaan kelas, serta keterampilan evaluasi. Peserta kursus juga melaporkan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Keberhasilan program ini terletak pada pendekatan kolaboratif antara tim akademik dan lembaga mitra yang memastikan kurikulum disusun sesuai kebutuhan nyata peserta. Namun, beberapa tantangan tetap muncul, seperti keterbatasan pengalaman pedagogis fasilitator dan waktu pelaksanaan yang singkat sehingga evaluasi jangka panjang belum optimal. Secara keseluruhan, program ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan dan penyusunan kurikulum terstruktur untuk memperkuat kualitas pendidikan Bahasa Inggris non-formal, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya seperti Kupang.
Copyrights © 2025