Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop metode project based learning bagi guru SMA negeri 12 Kupang Erfiani, Yohanes P. F.; Djehatu, Maria G.; Bajo, Simforianus M.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32005

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan para guru dalam mengaplikasikan metode project based learning (PjBL) dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu, pelaksanaan metode dalam kegiatan PKM ini adalah metode sosialisasi, diskusi, dan bimbingan. Tahap pertama adalah metode sosialisasi dilaksanakan sebagai prosedur awal untuk pengenalan dan pendekatan dengan para guru SMA Negeri 12 Kupang. Selanjutnya, tahap kedua adalah metode diskusi yang dilaksanakan pada saat kegiatan sosialisasi. Hal ini berguna untuk mendapatkan respon atau pemahaman guru tentang metode PjBL. Tahap ketiga adalah metode pelatihan yang dilakukan dalam bentuk workshop yang bertujuan untuk melatih guru agar mampu menerapkan metode PjBL dalam proses kegiatan belajar dan mengajar.Tahap keempat adalah metode bimbingan yang dilaksanakan untuk mengarahkan dan melatih guru guna mengadopsi dan menerapkan metode PjBL dalam proses kegiatan belajar dan mengajar. PKM ini diikuti oleh 40 guru SMA Negeri 12 Kupang. Dengan demikian, melalui pelaksanaan kegiatan PKM ini, para guru memiliki pemahaman mengenai konsep metode PjBL dengan baik. Para guru juga mampu mengadopsi dan menerapkan metode PjBL dalam proses belajar mengajar. Di samping itu, para guru mampu menerapkan metode PjBL dengan prosedur yang tepat dan terstruktur. Kata kunci: metode; problem based learning; workshop. Abstract This Community Service activity (CS) was carried out to improve the knowledge, understanding, and ability of teachers in applying the project based learning (PjBL) method on teaching and learning process in the classroom. Therefore, the method implementation of this CS activity is the socialization, discussion, and guidance method. The first stage is the socialization method carried out as an initial procedure for introduction and approach with teachers of SMA Negeri 12 Kupang. Furthermore, the second stage is the discussion method carried out during the socialization activity. This activity is useful for getting responses or understanding from teachers about the PjBL method. The third stage is the training method carried out in the form of a workshop that aims to train teachers to be able in applying the PjBL method in teaching and learning process. The fourth stage is the guidance method carried out to direct and train teachers in adopting and applying the PjBL method in teaching and learning process. This CS was attended by 40 teachers of SMA Negeri 12 Kupang. Thus, through this CS activity, teachers have a good understanding about the concept of PjBL method. Teachers are also able to adopt and apply PjBL method in teaching and learning process. In addition, teachers are able to apply the PjBL method with appropriate and structured procedures. Keywords: method; problem based learning; workshop.
Dari Improvisasi ke Terstruktur: Pengembangan Kurikulum untuk Pembelajaran Bahasa Inggris Nonformal Bajo, Simforianus Mario; Hornay, Priscilla Maria Assis; Erfiani, Yohanes P. F.
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1130

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan kurikulum Bahasa Inggris yang terstruktur dan sistematis bagi lembaga pendidikan non-formal “Learning and Piety” di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap utama, yaitu observasi, diskusi, perancangan kurikulum, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ketiadaan kurikulum terstruktur sebelumnya menyebabkan ketidakkonsistenan dalam materi ajar dan proses penilaian. Setelah implementasi kurikulum baru dan pelatihan microteaching, para fasilitator menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam konsistensi pengajaran, pengelolaan kelas, serta keterampilan evaluasi. Peserta kursus juga melaporkan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Keberhasilan program ini terletak pada pendekatan kolaboratif antara tim akademik dan lembaga mitra yang memastikan kurikulum disusun sesuai kebutuhan nyata peserta. Namun, beberapa tantangan tetap muncul, seperti keterbatasan pengalaman pedagogis fasilitator dan waktu pelaksanaan yang singkat sehingga evaluasi jangka panjang belum optimal. Secara keseluruhan, program ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan dan penyusunan kurikulum terstruktur untuk memperkuat kualitas pendidikan Bahasa Inggris non-formal, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya seperti Kupang.