Desa Wisata Pengklik di Kabupaten Sleman memiliki potensi agrowisata namun menghadapi kendala, terutama dalam produksi produk oleh-oleh unggulannya, yaitu keripik bawang merah. Proses produksi manual yang tidak efisien dan menghasilkan kualitas produk tidak konsisten menghambat nilai ekonomi dan daya tarik wisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi tepat guna (TTG), yaitu mesin pengiris dan mesin peniris minyak, sebagai solusi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui diskusi terfokus (FGD) dengan kelompok masyarakat, pelatihan praktis, pendampingan, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan TTG secara signifikan meningkatkan efisiensi produksi, menyeragamkan bentuk irisan, dan mengurangi kadar minyak, sehingga memperpanjang masa simpan dan meningkatkan daya saing produk. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada perbaikan teknis, melainkan juga memicu perubahan pola pikir masyarakat dari produsen bahan baku menjadi wirausahawan inovatif. Implementasi TTG yang terintegrasi, seperti penggunaan sistem irigasi tetes dan energi terbarukan, semakin memperkuat ketahanan operasional agrowisata secara keseluruhan. Selain itu, proyek ini menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan adopsi strategi pemasaran berbasis narasi untuk menjamin keberlanjutan dan pertumbuhan agrowisata di masa depan.
Copyrights © 2025