Olahraga telah menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat modern. Lari merupakan salah satu cabang olahraga yang paling diminati dan didukung oleh komunitas yang berkembang pesat. Dalam aktivitasnya, pelari sering menggunakan Personal Listening Devices (PLDs) dalam waktu lama dengan tingkat volume yang kerap melebihi ambang aman untuk meredam kebisingan lingkungan. Peningkatan penggunaan PLDs sebagai sarana hiburan berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran, sementara sebagian pengguna belum menyadari risiko tersebut. Oleh karena itu, skrining pendengaran pada komunitas pelari perlu dilakukan karena kelompok ini tergolong berisiko tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi tentang penggunaan PLDs yang aman serta melakukan deteksi dini gangguan pendengaran pada komunitas pelari di Bandung. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta pemeriksaan telinga sebelum skrining pendengaran. Kegiatan ini melibatkan Mahasiswa Tahap Profesi Dokter stase Telinga Hidung Tenggorok Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani dan diikuti oleh 95 pelari dari komunitas Fake Runner.
Copyrights © 2025