Komunitas teman tuli merupakan kelompok yang sangat rentan dalam menghadapi situasi darurat akibat keterbatasan akses informasi dan media edukatif yang tidak inklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar kesiapsiagaan bencana serta bantuan hidup dasar (BHD) melalui pelatihan berbasis media visual dan bahasa isyarat. Metode yang digunakan adalah gabungan Community-Based Research dan Service Learning, dengan melibatkan GERKATIN Cimahi sebagai mitra komunitas serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Unjani sebagai fasilitator. Rangkaian kegiatan mencakup asesmen kebutuhan, pelatihan bahasa isyarat untuk mahasiswa, pembuatan video edukatif inklusif, dan pelatihan simulatif tanggap darurat. Sebanyak 30 peserta menunjukkan keterlibatan aktif dan pemahaman yang baik. Kuesioner kualitatif mencerminkan respons positif terhadap metode penyampaian, terutama penggunaan visual dan pendampingan bahasa isyarat. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual dalam hal empati, komunikasi inklusif, dan edukasi berbasis nilai. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi darurat berbasis media visual dan komunikasi inklusif dapat meningkatkan ketangguhan komunitas teman tuli sekaligus memperkaya proses belajar mahasiswa kedokteran.
Copyrights © 2025