Kurikulum Merdeka mengedepankan aspek diferensiasi pada pembelajaran di seluruh jenjang. Diferensiasi dilakukan untuk menerapkan pembelajaran berkeadilan bagi peserta didik. Keragaman karakteristik peserta didik tampak pada misalnya perbedaan gaya belajar dan perbedaan minat terhadap pembelajaran. Penggunaan materi dan media ajar berdiferensiasi dapat mengantisipasi perbedaan tersebut. Aspek pembelajaran cinta budaya juga penting diajarkan pada siswa karena sesuai dengan salah satu tema Profil Pelajar Pancasila, yakni Kearifan Lokal. Media wayang digunakan sebagai pendukung pembelajaran mengapresiasi hikayat sebagai kebudayaan asli Indonesia. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. PTK ini dilakukan sebanyak dua siklus di kelas X ICP (International Class Program) SMA Laboratorium UM. 24 siswa diuji coba untuk dilihat peningkatan hasil belajarnyapada materi hikayat dengan media wayang. Hasil yang didapatkan selama dua siklus adalah adanya peningkatan nilai dari siklus 1 yang semua siswa masih memiliki nilai di bawah 75 menjadi di atas 75 saat di siklus 2. Persentase kenaikan skor siswa sebanyak 100 persen. Selain kenaikan skor, siswa juga diamati peningkatan motivasi belajarnya. Berdasarkan hasil, disimpulkan bahwa, seluruh siswa memiliki ketuntasan belajar 100 persen dan motivasi belajar meningkat. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan belajar siswa ICP terhadap materi hikayat dan diharapkan siswa akan lebih mencintai hikayat sebagai budaya asli Indonesia.
Copyrights © 2025