Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diversitas dan distribusi spasial tutupan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto, khususnya Sub DAS Biyonga, pada rentang waktu 2009–2024. Analisis dilakukan untuk mengetahui tingkat keragaman spasial serta dinamika perubahan tutupan lahan selama periode tersebut. Metode yang digunakan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan, mengklasifikasikan, dan membandingkan perubahan tutupan lahan antar tahun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019, terjadi pergeseran struktur tutupan lahan di Desa Biyonga: hutan sekunder meningkat menjadi 32%, semak belukar menurun menjadi 21%, dan pertanian campur semak bertambah menjadi 25%. Perubahan ini membuat nilai SHDI naik menjadi 1,647, namun nilai tersebut menunjukan hasil sedang tetapi masih tergolong rendah, yang berarti tingkat heterogenitas lanskap belum mencapai kondisi yang benar-benar beragam. Kenaikan SHDI ini hanya menunjukkan adanya sedikit peningkatan variasi spasial, bukan transformasi besar yang menciptakan lanskap kompleks. Sedangkan, pada tahun 2024, komposisi tutupan lahan di Desa Biyonga relatif stabil dibandingkan kondisi tahun 2019: hutan sekunder tetap berada pada 32%, pertanian campur semak pada 25%, dan semak belukar pada 21%. Nilai SHDI masih berada pada angka 1,647, yang meskipun menunjukkan konsistensi pola dari tahun 2019, tetap tergolong rendah berdasarkan standar ekologi lanskap. Kategori SHDI ini mengindikasikan bahwa tingkat heterogenitas lanskap belum mencapai keragaman yang tinggi, karena distribusi tutupan lahan masih terfokus pada beberapa kelas dominan dan persebarannya belum merata.
Copyrights © 2025