Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran kredibilitas influncer dalam komunikasi persuasif terhadap pertimbangan Keputusan pembelian produk kecantikan di platform TikTok. Kajian ini tidak berfokus pada pengukuran tingkat pengaruh secara kuantitatif, melainkan pada pemahaman proses komunikasi serta cara audiens menafsirkan pesan yang di sampaikan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali pengalaman dan pandangan audiens secara mendalam. pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam pengguna TikTok yang secara aktif mengonsumsi konten ulasan produk kecantikan, serta dilengkapi dengan observasi terhadap konten video dan interaksi audiens pada kolom komentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas Influencer dipersepsikan audiens melalui kompetensi dalam menjelaskan produk, keterbukaan dalam menyampaikan pengalaman penggunaan, serta daya tarik gaya komunikasi. Aspek – aspek tersebut membuat pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan dipertimbangkan oleh audiens. Meskipun demikian, kredibilitas Influencer tidak secara langsung menentukan terjadinya pembelian. Audiens tetap melakukan seleksi informasi dengan mempertimbangkan kesesuaian produk dengan kebutuhan pribadi, kondisi kulit, serta faktor harga dan pengalaman sebelumnya. Proses komunikasi persuasif dalam konteks ini berlangsung secara kontekstual dan bersifat interpretatif. Audiens berperan aktif dalam menilai dan memaknai informasi, sehingga keputusan pembelian muncul sebagai hasil pertimbangan rasional yang melibatkan berbagai faktor. Temuan ini menunjukkan bahwa konten Influencer lebih berfungsi sebagai sumber referensi dan sarana membangun pemahaman awal mengenai produk kecantikan, bukan sebagai pemicu langsung tindakan pembelian. Oleh karena itu, kajian komunikasi pemasaran digital perlu memberi perhatian pada proses pemaknaan audiens sebagai bagian penting dalam memahami efektivitas komunikasi persuasif.
Copyrights © 2025