Penelitian ini menganalisis cerita pendek “Sommerhaus, später” dan “Rote Korallen” karya Judith Hermann sebagai cerminan kondisi sosial masyarakat Jerman pascareunifikasi. Melalui pendekatan sosiologi sastra, penelitian ini mengidentifikasi tema-tema utama seperti krisis identitas, ketidakpastian masa depan, dan disonansi antara harapan dan kenyataan yang dialami oleh generasi muda pada masa pascareunifikasi, terutama untuk warga Jerman Timur. Adapun teori yang akan membantu untuk menguraikan permasalahan dalam penelitian ini adalah teori yang berkenaan dengan krisis identitas oleh Hall (1993) dan Erikson (1968), disonansi kognitif oleh Festinger (1957), serta konsep Erlebnisgesellschaft oleh Schulze (1992) dan Bauman (2000). Kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, budaya, dan politik yang dialami masyarakat Jerman Timur setelah reunifikasi ditunjukkan oleh teks secara tersirat. Melalui kutipan yang terdapat dalam kedua cerita pendek tersebut dapat terlihat gambaran kebingungan dan keterasingan yang dirasakan oleh tokoh-tokohnya yang saling berkelindan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teks objek penelitian ini tidak hanya merefleksikan pengalaman individu, tetapi juga mencerminkan trauma dan pengalaman kolektif masyarakat Jerman dalam menghadapi perubahan besar yang terjadi pascareunifikasi.
Copyrights © 2025