SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Vol. 6 No. 1 (2026)

EKOPEDAGOGI DALAM CERITA RAKYAT WANDIUNDIU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPA SMP

Ardyati, Dyah Pramesthi Isyana (Unknown)
Andaris, S. Hafidhawati (Unknown)
Gustina, Sri (Unknown)
Awatif, Iin Nur (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Jan 2026

Abstract

Science learning in the Merdeka Curriculum emphasizes the relevance of scientific concepts to students’ real-life contexts. Folklore, as part of local wisdom, contains ecological knowledge that can support science learning, particularly in coastal areas. This study aims to analyze the potential of the Buton folklore Wandiundiu as an ecopedagogy-based science learning resource and to map it to the Science Learning Outcomes of Phase D. This study employed a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data were obtained from the documented text of Wandiundiu, while supporting data were collected through interviews with a cultural expert, science teachers, and junior high school students. The analysis focused on narrative segments representing human-environment interactions and the use of marine resources, excluding fantastical elements to avoid scientific misconceptions. The results show that Wandiundiu represents ecological concepts such as marine ecosystems, energy flow in food chains, human dependence on ecosystems, and system balance. These findings indicate that Wandiundiu has strong potential as a contextual science learning resource when accompanied by appropriate scientific explanations.. ABSTRAK Pembelajaran IPA dalam Kurikulum Merdeka menekankan keterkaitan antara konsep ilmiah dan konteks kehidupan peserta didik. Cerita rakyat sebagai bagian dari kearifan lokal menyimpan potensi pengetahuan ekologis yang relevan untuk pembelajaran IPA, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi cerita rakyat Buton Wandiundiu sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis ekopedagogi serta memetakan keterkaitannya dengan Capaian Pembelajaran (CP) IPA Fase D. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data utama berupa teks cerita Wandiundiu yang terdokumentasi dalam kumpulan cerita rakyat Buton-Muna, sedangkan data pendukung diperoleh melalui wawancara dengan budayawan, guru IPA SMP, dan peserta didik. Analisis difokuskan pada segmen cerita yang merepresentasikan interaksi manusia dengan lingkungan pesisir dan pemanfaatan sumber daya laut, sementara unsur cerita yang bersifat fantastis tidak dianalisis guna menghindari miskonsepsi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Wandiundiu memuat konsep ekologi seperti ekosistem laut, aliran energi dalam rantai makanan, ketergantungan manusia terhadap ekosistem, dan keseimbangan sistem kehidupan. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Wandiundiu berpotensi digunakan sebagai konteks pembelajaran IPA yang bermakna dan kontekstual apabila disertai klarifikasi ilmiah oleh guru..    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

science

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan ...