Penelitian ini berangkat dari permasalahan terbatasnya pemanfaatan modul ajar berbasis Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang selama ini hanya digunakan sebagai pegangan guru, sehingga siswa kurang terlibat dalam proses belajar mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan modul BSE dalam penguatan pembelajaran anak-anak migran Indonesia di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 siswa kelas V dari total 175 siswa aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan modul BSE dalam bentuk cetak maupun digital mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kemandirian belajar siswa. Selain itu, distribusi modul melalui aplikasi WhatsApp memungkinkan siswa mempersiapkan diri sebelum pertemuan kelas, sehingga partisipasi mereka dalam diskusi meningkat. Namun, kendala masih ditemukan pada keterbatasan perangkat dan akses internet, serta kebiasaan belajar siswa yang masih terfokus di kelas. Penelitian ini menegaskan urgensi strategi pendampingan digital yang berkelanjutan untuk memperkuat pembelajaran anak-anak migran dalam keterbatasan sarana.
Copyrights © 2025