Kebijakan publikasi di jurnal terakreditasi sebagai syarat kelulusan mahasiswa menciptakan kesenjangan krusial antara kemampuan riset mahasiswa dengan keterampilan menulis artikel ilmiah bereputasi. Penelitian ini bertujuan menyediakan panduan berbasis bukti dengan mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematis teknik penulisan yang membedakan artikel pada jurnal SINTA level tinggi dan rendah. Metode meta-analisis kualitatif digunakan terhadap 300 artikel dari bidang sains sosial dan pendidikan (SINTA level 1-6) yang dipilih secara purposif. Analisis difokuskan pada tiga elemen: struktur argumentasi pendahuluan, transparansi metodologi, dan kedalaman interpretasi pembahasan. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (r = 0.94, p < 0.001): 92% artikel SINTA level tinggi menampilkan research gap yang terdefinisi baik, metodologi rinci (M = 4.35), dan pembahasan interpretatif (D = 4.28), sedangkan artikel level rendah hanya 24% yang memiliki research gap eksplisit, metodologi minimal (M = 1.72), dan pembahasan deskriptif (D = 1.67). Temuan ini memiliki urgensi tinggi bagi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi Indonesia dalam melatih mahasiswa menulis untuk jurnal bereputasi. Penelitian ini berkontribusi pada ilmu pengetahuan dengan menyediakan peta jalan empiris yang membuktikan bahwa kemampuan menulis untuk jurnal bereputasi merupakan keterampilan terstruktur yang dapat dipelajari.
Copyrights © 2025