Menulis merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris, namun banyak siswa sekolah menengah atas masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan teks recount yang koheren. Siswa kelas XI SMA YP HKBP Pematangsiantar menghadapi berbagai permasalahan, seperti kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun peristiwa secara kronologis, serta membangun struktur teks yang lengkap, meliputi orientasi, rangkaian peristiwa, dan reorientasi. Permasalahan ini dipengaruhi oleh praktik pembelajaran yang lebih menekankan pada hasil akhir tulisan dibandingkan dengan proses menulis itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan Classroom Action Research yang melibatkan 34 siswa kelas XI dan menerapkan teknik scaffolding melalui kegiatan pemodelan, latihan terbimbing, dan pemberian kemandirian secara bertahap. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 58,82 sebelum penerapan scaffolding menjadi 82,06 setelah penerapan scaffolding, yang mengindikasikan peningkatan pencapaian menulis yang substansial. Selain itu, performa siswa menjadi lebih konsisten, dengan semakin banyak siswa mencapai kategori pencapaian Baik dan Sangat Baik. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik scaffolding merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks recount siswa.
Copyrights © 2026