Aplikasi SRIKANDI telah menjadi instrumen kunci dalam mendukung administrasi pendidikan di Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Disdik Sumbar), terutama untuk pengelolaan tanda tangan elektronik. Namun penerapannya sering membahayakan risiko operasional seperti kegagalan sistem dan gangguan jaringan, yang mengakibatkan tertundanya pekerjaan dan menurunnya efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional terkait penggunaan aplikasi tersebut serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif, dengan mengacu pada kerangka manajemen risiko ISO 31000. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, berdasarkan pengalaman penulis di Disdik Sumbar, termasuk observasi langsung, catatan pribadi, dan refleksi atas peristiwa kesalahan yang terjadi. Hasil penelitian mengidentifikasi risiko utama, yakni ketergantungan teknologi yang rentan dan kurangnya pemeliharaan rutin, yang berpotensi menimbulkan kerugian waktu serta sumber daya. Strategi mitigasi yang direkomendasikan mencakup implementasi sistem backup, pelatihan pengguna secara berkala, dan pemantauan rutin untuk mencegah terjadinya kesalahan berulang. Kesimpulannya, penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan operasional dan kelancaran administrasi di Disdik Sumbar, sekaligus memberikan kontribusi bagi praktik manajemen risiko di sektor pendidikan melalui integrasi teknologi yang lebih optimal.
Copyrights © 2025