Laporan ini menganalisis implementasi teknis dan manajerial departemen pencahayaan dalam produksi film layar lebar melalui program Riset dan Pengembangan Profesi. Masalah utama yang diidentifikasi adalah adanya kesenjangan kompetensi antara pemahaman teoretis di lingkungan akademis dengan kompleksitas operasional di industri film skala besar, khususnya dalam penggunaan peralatan mutakhir dan adaptasi istilah teknis lapangan. Solusi yang diusulkan dan dilaksanakan mencakup partisipasi aktif dalam seluruh tahapan produksi film horor berjudul Dosa Musyrik, mulai dari tahap observasi lokasi hingga eksekusi pencahayaan di set. Analisis ini menyoroti peran strategis seorang lighting person di bawah arahan gaffer untuk menciptakan atmosfer visual yang konsisten dengan visi sinematografi. Hasil riset menunjukkan bahwa penguasaan teknik pencahayaan seperti three-point lighting dan pemahaman mendalam terhadap suhu warna atau color temperature sangat krusial dalam membangun suasana horor yang efektif. Laporan ini menyimpulkan bahwa sinkronisasi antara teori pencahayaan dan praktik lapangan sangat diperlukan untuk menghasilkan karya sinematik yang berkualitas profesional.
Copyrights © 2025