Masa remaja merupakan periode transisi yang sangat penting dalam perkembangan individu, terutama dalam pembentukan identitas diri dan keterampilan sosial. Namun, berdasarkan studi pendahuluan, beberapa remaja masih mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan teman dan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan dan menguji kelayakan dan efektivitas media bimbingan keterampilan sosial berbasis video untuk siswa kelas X di SMA Negeri 6 Kota Serang. Desain R&D dengan model pengembangan Waterfall digunakan, yang meliputi analisis kebutuhan, desain, pengembangan, pengujian, dan evaluasi serta revisi produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dengan karakteristik seperti memiliki keterampilan sosial yang kurang baik. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, kuesioner tentang keterampilan sosial, kuesioner respons siswa, dan validasi ahli dari media, materi, dan praktisi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif kuantitatif, Wilcoxon, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media panduan berbasis video mendapat kategori "sangat layak" berdasarkan validasi dari pakar media dengan skor 95,31%, pakar materi dengan 91,66%, dan praktisi dengan 91,66%, serta dengan nilai kelayakan rata-rata sebesar 92,88%. Hasil uji kemungkinan efek untuk "Efektivitas" menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan sosial dalam kisaran "Sedang" dengan skor N-Gain sebesar 0,429, dan respons yang sangat positif terhadap pemanfaatan media oleh siswa. Oleh karena itu, media berbasis video untuk bimbingan keterampilan sosial dapat dianggap tepat dan efektif untuk mendukung layanan bimbingan.
Copyrights © 2026