Kelompok Wanita Tani (KWT) di perdesaan memiliki peran strategis dalam peningkatan ekonomi keluarga, namun sering kali terkendala oleh tata kelola usaha yang masih bersifat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas manajemen usaha dan literasi keuangan pada KWT Persatuan di Desa Bonto Tengnga, Kabupaten Sinjai. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi sistem pengemasan produk keripik yang masih manual tanpa identitas merek, serta ketiadaan pembukuan kas yang mengakibatkan tercampurnya dana pribadi dan modal usaha. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan pengemasan dengan teknologi hand sealer, pendampingan branding, serta workshop akuntansi sederhana. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan level keberdayaan mitra yang signifikan, di mana aspek evaluasi usaha mencapai tingkat keberhasilan 94% dan pencatatan keuangan meningkat drastis hingga 91%. Transformasi dari pengemasan manual ke sistem yang lebih profesional terbukti meningkatkan nilai estetika dan daya simpan produk. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan yang intensif dan partisipatif mampu mengubah pola pikir pelaku usaha mikro dalam mengadopsi prinsip manajemen modern, yang pada gilirannya menciptakan kemandirian ekonomi berkelanjutan bagi perempuan tani di Kabupaten Sinjai.
Copyrights © 2025