Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di Indonesia masih berada pada tingkat yang rendah, dan hal ini berkaitan erat dengan minat belajar matematis siswa. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah serta minat belajar matematis siswa. Salah satunya adalah model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS). Adapun tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar matematis siswa dengan model pembelajaran SSCS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi experiment, mengacu pada rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas XI MAS Syamsuddhuha. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga kelas XI-Jenin dipilih sebagai kelas kontrol dan kelas XI-Tel.Aviv sebagai kelas eksperimen. Data dikumpulkan melalui instrumen tes berupa soal uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis dan non-tes berupa kuesioner untuk mengukur minat belajar matematis. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney dan uji t pihak kanan, berbantuan software SPSS 25 dan tingkat signifikansi ditetapkan pada 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kemampuan pemecahan masalah adalah 0,0055 dan untuk minat belajar matematis sebesar 0,018. Karena kedua nilai tersebut berada di bawah 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model SSCS secara signifikan berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar matematis. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris dan strategi yang dapat mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar serta pengembangan kompetensi siswa.
Copyrights © 2025