Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran, khususnya dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skill. Namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal HOTS, salah satunya disebabkan oleh kemandirian belajar siswa yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika dan kemandirian belajar siswa serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian meliputi seluruh SMP Swasta di Kecamatan Binjai Utara. Sampel penelitian terdiri dari 44 siswa, yaitu dari 24 siswa kelas VIII-1 SMP Swasta Abdi Negara dan 20 siswa kelas VIII-1 SMP Swasta Setia Budi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh melalui soal HOTS untuk mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan kuesioner untuk mengevaluasi kemandirian belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika termasuk dalam kelompok sedang dan tinggi, dan kemandirian belajar siswa termasuk dalam kelompok cukup hingga baik. Selain itu, ditemukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,691, yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar berperan penting dalam mendukung kemampuan siswa dalam memecahkan soal HOTS.
Copyrights © 2025