Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU PEMBERIAN OBAT PENURUN PANAS PADA ANAK Mardiati; Netha Nurmazela
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 4 No 4 (2020): Lentera, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Pengetahuan dan tindakan Orang tua sangat berperan dalam kegiatan sehari-hari, serta mendukung bagaimana respon orang tua disetiap tindakan terutama dalam bidang kesehatan seperti hal nya pada kondisi demam anak. Demam merupakan suatu kondisi yang umum terjadi terutama pada anak-anak. Tujuan.Untuk untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tindakan orang tua dengan perilaku pemberian obat penurun panas pada anak. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional pada 46 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil. Berdasarkan Uji fisher diperoleh pengetahuan baik sebanyak 38 responden (82,6%), pengetahuan cukup sebanyak 8 responden (17,4%) dan diperoleh responden dengan tindakan orang tua yang baik sebanyak 2 responden (4,3%), tindakan orang tua yang buruk sebanyak 44 responden (95,7%), sedangkan ketepatan perilaku pemberian obat penurun panas yang baik sebanyak 14 responden (30,4%) dan ketepatan perilaku pemberian obat penurun panas yang buruk sebanyak 32 responden (69,6%). Uji fisher menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku pemberian obat penurun panas pada anak adalah (p=0,684), dan tidak terdapat hubungan tindakan dengan perilaku pemberian obat penurun panas pada anak adalah (p=0,521). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan pengetahuan dan tindakan orang tua dengan perilaku pemberian obat penurun panas pada anak.
Pembinaan Kader Kesehatan dan Peningkatan Pengetahuan Orang Tua dalam Deteksi Dini Tuberkulosis pada Anak di Desa Reuleut Timu Kabupaten Aceh Utara Khairunnisa, Cut; Juwita Sahputri; Mardiati; Muhammad Kautsar; Aulia Rahman
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i1.1609

Abstract

Anak merupakan kelompok usia yang sangat rentan untuk terinfeksi tuberkulosis, mengingat fungsi imunitas tubuh yang masih belum berkembang secara optimal. Temuan semakin meningkatnya jumlah kasus TB dewasa di Kabupaten Aceh Utara semakin beresiko bagi anak-anak untuk tertular penyakit yang sama. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan pembinaan terhadap kader kesehatan dan orang tua sebagai mitra yang akan dididik untuk membantu tenaga kesehatan dalam upaya deteksi dini tuberkulosis pada anak. Mekanisme pelaksanaan berupa mempersiapkan kader dengan memberikan edukasi tentang deteksi dini tuberkulosis pada anak. Pelaksanaan intervensi melalui pemberian edukasi menggunakan media audio-visual, serta dilakukan juga monitoring dan evaluasi untuk menjalin hubungan dan mengetahui perkembangan kemitraan dalam melaksanakan deteksi dini tuberkulosis pada anak di desa Reuleut Timu. Pada akhir kegiatan pengabdian diperoleh kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada kader dan orang tua tentang tuberkulosis baik upaya pencegahan, gejala yang timbul, upaya pengobatan dan tatacara deteksi dini tuberkulosis. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan yang diberikan memiliki pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan kader dan orang tua.
Alumni “Saweu Sikula” Sebagai Motivator Dalam Melanjutkan Pendidikan Tinggi Pada Siswa SMA Negeri 1 Matang Kuli Khairunnisa, Cut; Sri Wahyuni; Nur Fardian; Mardiati
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11028119

Abstract

Minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih rendah di beberapa daerah pedesaan atau daerah terpencil. Ketiadaan minat dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi juga terjadi di SMA Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Hal ini umumnya terjadi karena kondisi sosial ekonomi keluarga, tingkat pengetahuan dan dukungan orang tua serta ketiadaan minat dan motovasi dari siswa itu sendiri. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Metode yang digunakan berupa Focus Group Discussion (FGD), ceramah dan diskusi yang melibatkan alumni dalam bentuk kegiatan “Alumni Saweu Sikula”. Dari hasil kegiatan temukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan semangat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta berkurangnya kekhawatiran siswa terhadap pembiayaan selama Pendidikan di perguruan tinggi, setelah mendapat edukasi dari tim pelaksana pengabdian.
Leptin Expression in High-grade Serous Ovarian Carcinoma: The Controversy of Leptin Paradox in Ovarian Cancer Ham, Jonathan; Masadah, Rina; Nasser, Andi Sitti Halija Diawanti; Rauf, Syahrul; Nelwan, Berti Julian; Cangara, Muhammad Husni; Miskad, Upik Anderiani; Mardiati; Tawali, Suryani
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 13. No. 1 January 2025
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v13i1.2373

Abstract

Objectives : To analyse the characteristics and expression patterns of Leptin in high-grade serous epithelial ovarian carcinoma (HGSC), and to compare them with the overall serous ovarian carcinoma population. Methods : This was a cross-sectional study. A total of 77 paraffin-embedded tissue samples were collected from patients at the Wahidin Sudirohusodo Hospital over a period of 3 years. Immunohistochemical staining was performed using a polyclonal Leptin antibody. Data were analyzed using SPSS version 22.0. Results: Among HGSC patients, the majority (64.3%) were over 50 years old, and a significant portion (39.3%) were obese. Leptin showed strong cytoplasmic expression in 69.6% of HGSC tumor cells and in 100% of LGSC tumor cells (p-value = 0.004). There was no correlation between lymphovascular space invasion and leptin expression. Interestingly, leptin expression in overall serous ovarian carcinoma patients exhibited a protective effect against metastasis (p-value = 0.047), suggesting a leptin paradox exists in this type of cancer. However, this association was no longer significant when the analysis excluded the LGSC group (p-value = 0.193). Conclusion : This study suggest that leptin expression may not be a significant prognostic factor in HGSC. The appearance of the pseudo-leptin paradox phenomenon in several previous studies was confounded by sample populations with heterogeneous tumor morphology. Keywords: high-grade serous carcinoma, leptin paradox, immunohistochemistry, leptin, obesity
Spatial Literacy through the Development of a VARK Model Based on Langkat Malay Culture Assisted by GeoGebra Saputri, Lilis; Mardiati; Parinduri, Wina Mariana Parinduri; Franklin, Togue Nana Dipanda
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2025): Range Juli 2025
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v7i1.9457

Abstract

This study aims to develop a GeoGebra-based learning model integrated with Langkat Malay local culture to enhance students' spatial literacy in geometry learning. Spatial literacy refers to students’ ability to visualize, reason geometrically, and communicate spatial ideas, which are essential for understanding mathematical concepts more deeply. The research employed a Research and Development (R&D) approach, which involved several stages including needs analysis, model design, implementation, and evaluation. The study was conducted with high school students in Langkat, North Sumatra, as research subjects. The results revealed that the integration of GeoGebra technology and local cultural elements effectively improved students’ spatial literacy. GeoGebra allowed students to explore spatial concepts visually and interactively, while the inclusion of Langkat Malay culture provided meaningful context that increased student engagement and motivation. In addition, the development of supporting materials, such as e-LKPD and GeoGebra-based practice questions, helped create a more structured and comprehensive learning environment. The study recommends teacher training on the model, further development of culturally integrated learning tools, and broader implementation in various school contexts. Future research is suggested to assess the long-term effects and explore deeper cultural integration, including local art and architecture, to strengthen students’ connection between mathematics and their cultural identity.
Bimbingan Belajar Berbasis Fun Learning untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Matematika Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Secanggang: Pengabdian Mardiati; Sitepu, Ediaman; Tartiyoso, Seget; Sri Zulhayana; Lilis Saputri; Khairina Afni; Dewi Rulia Sitepu; Fitria; Aulia Rahmadita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2185

Abstract

Kemampuan matematika pada siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan sering kali rendah akibat minimnya minat belajar, keterbatasan fasilitas, dan metode pembelajaran yang kurang menarik serta lemahnya pendampingan belajar dirumah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan matematika dan minat anak pada matematika melalui program bimbingan belajar berbasis fun learning di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, analisis kebutuhan, perencanaan materi, pelaksanaan bimbingan, serta evaluasi. Program diikuti oleh 16 anak usia SD kelas 3–6 selama 12 kali pertemuan dengan durasi 90 menit per sesi. Evaluasi dilakukan melalui tes kemampuan matematika (pre-test dan post-test) serta angket minat belajar. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai matematika dari 58,3 menjadi 78,7 dengan N-Gain 0,49 (kategori sedang menuju tinggi), serta peningkatan minat belajar dari 62% menjadi 85%. Program ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan matematika dan minat belajar siswa, sehingga dapat direkomendasikan untuk direplikasi di daerah lain dengan kondisi serupa.
Pengaruh Media Promosi Kesehatan Mokhsha Patamu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Skabies Pada MTsS Ulumuddin Kota Lhokseumawe Aqla Sabrianti Maulida; Mardiati; Wizar Putri Mellaratna
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2088

Abstract

Skabies masih menjadi penyakit kulit menular yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di negara tropis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media promosi kesehatan mokhsha patamu dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan skabies pada siswa MTsS Ulumuddin Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design pada 70 responden, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, dimana kategori baik meningkat dari 11,4% menjadi 84,3% setelah intervensi, dengan nilai p = 0,01 (<0,05) yang menandakan pengaruh signifikan dari media tersebut. Media mokhsha patamu terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi siswa, serta memperkuat pemahaman tentang pencegahan skabies. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pemanfaatan media edukasi berbasis permainan dalam program promosi kesehatan di sekolah
Perbedaan Gambaran Kecemasan Belajar Matematika Antara Siswa SMA Dengan Siswa SMK Negeri Langkat Siti Nurhayati; Syafitri, Dita; Mardiati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan gambaran kecemasan belajar matematika siswa SMA dan SMK. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Binjai Langkat jurusan IPA dan SMK Negeri 1 Stabat jurusan Tata Busana dengan sampel masing-masing 27 siswa. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji t. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur kecemasan belajar matematika siswa dengan jumlah 38 butir pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA jurusan IPA dan SMK jurusan Tata Busana memiliki tingkat kecemasan belajar matematika yang sedang. Dari hasil analisis data menggunakan uji t menunjukan bahwa tidak ada perbedaan gambaran kecemasan belajar siswa SMA Negeri 1 Binjai Langkat jurusan IPA dengan siswa SMK Negeri 1 stabat jurusan Tata Busana pada pembelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung 0,070 < ttabel 2.007584 dengan taraf signifikasi 0,945.
Optimization of the primary nursing care model to improve the quality of nursing services: Optimalisasi implementasi model asuhan keperawatan profesional metode primer dalam peningkatan mutu pelayanan keperawatan Linda, Baiq; Mardiati; Dodi Wijaya; Dewa, Dewa Gede Sanjaya Putra
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 4 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v4i1.472

Abstract

The Professional Nursing Care Model (PNCM) using the primary method emphasizes patient-centered care by assigning one primary nurse with full responsibility for managing comprehensive nursing services throughout a patient’s hospitalization. However, its implementation in inpatient units has not been fully optimal, as reflected in issues related to continuity of care, unclear role distribution, and the absence of standardized operational guidelines. This community service initiative aimed to optimize the implementation of the PNCM–Primary Method to enhance the quality of nursing services in inpatient settings. The program was conducted through several stages, including situational analysis, development and implementation of standardized operational procedures (SOPs), structured role assignment for primary nurses, and continuous training and mentoring. Evaluation methods included direct observation, feedback from nursing staff, and audits of nursing documentation. The results indicated notable improvements in the continuity and coordination of care, increased accuracy and completeness of nursing documentation, and higher patient satisfaction levels. Nurses also demonstrated improved understanding of their roles, stronger accountability, and more effective communication within interprofessional teams. Additionally, the establishment of clear guidelines supported consistency in care delivery. In conclusion, optimizing the PNCM–Primary Method effectively improved the quality of nursing services, strengthened professional responsibility, and promoted a more patient-centered approach. This model is recommended for sustained implementation across inpatient units as part of ongoing quality improvement and accreditation readiness efforts.
Pelaksanaan Program Calon Pengantin Menanam Berdampak di KUA Payakumbuh Selatan dalam Perspektif Maslahah Mursalah Mardiati; Ismail
AHKAM Vol 5 No 4 (2026): AHKAM: Jurnal Hukum Islam dan Humaniora
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v5i4.11119

Abstract

The Calon Pengantin Menanam Berdampak (Catin Nampak) Program, launched by the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of West Sumatra Province on October 6, 2025, is an innovation in religious services that requires prospective married couples to plant fruit-bearing trees before their marriage ceremony. Because the program has no legal basis explicitly stipulated in scriptural texts, its implementation needs to be examined from the perspective of maslahah mursalah. This study aims to analyze the implementation of the Catin Nampak Program at the South Payakumbuh Religious Affairs Office and assess its conformity with the principles of maslahah mursalah. The study employed a field research method with descriptive qualitative and Islamic normative-juridical approaches. Data were collected through observations, interviews with marriage registrars and prospective married couples, and document analysis and were subsequently analyzed using descriptive qualitative analysis. The findings indicate that the program was implemented through three stages: providing guidance on preparing seedlings during marriage registration, planting trees at a mosque with assistance from Religious Affairs Office personnel, and direct tree planting by the prospective married couples. Based on the analysis, the program fulfills three requirements of maslahah mursalah: alignment with the objectives of Islamic law, provision of rational and empirical benefits, and orientation toward the public interest. This study concludes that the Catin Nampak Program may be regarded as a legitimate policy from the perspective of maslahah mursalah. These findings indicate that the program contributes to strengthening religious services oriented toward environmental conservation and may serve as a model for public policy based on Islamic values and environmental sustainability.