Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kecambah kacang hijau dari berbagai umur perkecambahan dan untuk mengetahui umur perkecambahan kacang hijau yang paling tepat ditambahkan dalam ransum pakan untuk produktivitas dan kualitas semen ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit. Bahan yang digunakan adalah 36 ekor ayam bangkok yang berumur 1,5 tahun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 9 kali ulangan, penambahan kecambah kacang hijau sebanyak 30 gr/ekor dua kali dalam 1 minggu dari berbagai umur adalah : 36 jam (P1), 48 jam (P2), 60 jam (P3), 72 Jam (P4). Variabel yang diamati adalah volume semen, motilitas spermatozoa, dan abnormalitas spermatozoa. Metode analisis data yang digunakan adalah Analysis F Variance (ANOVA) apabila terjadi perbedaan nyata, dilanjutkan dengan Uji Duncans Multiple Ring Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan kecambah kacang hijau dari berbagai umur perkecambahan menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas semen (Motilitas Spermatozoa) pada ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit, sedangkan variabel produktivitas (Volume Semen) dan kualitas semen ( Abnormalitas spermatozoa) menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05). Umur perkecambahan kacang hijau yang paling tepat untuk meningkatkan volumen semen, motilitas semen dan menurunkan Abnormalitas spermatozoa pada ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit adalah pada perlakuan P2 yaitu umur perkecambahan 48 jam, dengan penambahan kecambah kacang hijau sebanyak 30 gram/ekor dua kali dalam 1 minggu.
Copyrights © 2025