Perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya melalui kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Big Data, telah membawa perubahan mendasar dalam lanskap pendidikan global. Pembelajaran digital kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai proses alih media, melainkan menjadi sebuah ekosistem dinamis berbasis analitik data yang menuntut kemampuan adaptif dari guru dan siswa dalam merespons tantangan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat adaptasi kedua kelompok tersebut dalam menggunakan pembelajaran digital berbasis AI dan Big Data serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi efektivitas adaptasi mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif–kausal dengan melibatkan 120 responden, terdiri atas 60 guru dan 60 siswa dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang memuat lima konstruk, yaitu kesiapan digital, literasi teknologi, sikap terhadap AI, kemampuan analisis data, dan efektivitas pembelajaran digital. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM–PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan digital (β = 0,602, p < 0,05) serta sikap positif terhadap AI (β = 0,568, p < 0,05) memberikan pengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran digital, dengan nilai R-square sebesar 0,70. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan kognitif dan afektif pengguna menjadi faktor penentu keberhasilan integrasi teknologi, sehingga penguatan literasi digital dan pelatihan berbasis AI menjadi kebutuhan penting pada era transformasi digital.
Copyrights © 2025