Perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi yang tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga kritis dan kreatif. Namun, pemahaman mahasiswa terhadap literasi digital yang kritis dan kreatif masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh minimnya pelatihan menulis yang berbasis pada realitas sosial dan pengalaman langsung, khususnya melalui metode jurnalisme naratif. Selain itu, pendekatan sastra dan jurnalisme belum terintegrasi secara optimal dalam program literasi, serta terbatasnya media ekspresi yang mampu memfasilitasi mahasiswa untuk menyuarakan realitas lokal secara naratif dan reflektif sebagai bagian dari peran mereka sebagai agen perubahan. Program pengabdian masyarakat ini hadir sebagai upaya menjembatani kemampuan anggota komunitas dengan realitas sosial di sekitarnya. Melalui pelatihan menulis jurnalisme naratif, peserta tidak hanya dilatih keterampilan teknis menulis, tetapi juga diajak untuk mengamati fenomena sosial secara kritis, mengekspresikan pengalaman secara reflektif, dan membangun kesadaran sebagai bagian dari komunitas literasi digital yang kontekstual dan berdaya. Pendekatan jurnalisme sastra dipilih karena mampu memadukan fakta jurnalistik dengan gaya penulisan sastra. Kegiatan ini dilaksanakan melalui lokakarya di Yayasan Elnama Indonesia, Tangerang Selatan, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran literasi, kemampuan menulis, dan sensitivitas sosial mahasiswa.
Copyrights © 2025