Literasi matematis adalah kemampuan yang esensial bagi generasi saat ini dan mendatang. Namun, berdasarkan PISA 2018, PISA 2022, dan hasil observasi di SMAN 1 Padang dan SMAN 10 Padang, kemampuan literasi matematis peserta didik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa e-modul berbasis Problem Based Learning, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik kelas XI SMA. Hasil penilaian awal dan literatur menunjukkan bahwa tingkat literasi matematis peserta didik masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman dengan pemecahan masalah berbasis literasi serta ketiadaan bahan ajar yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan Model Plomp yang meliputi tiga fase: penelitian pendahuluan, pengembangan atau pembuatan prototipe, dan tahap evaluasi. Kualitas produk yang dikembangkan dievaluasi berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh Nieveen, yaitu kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen yang meliputi lembar validasi, angket, lembar observasi, pedoman wawancara, dan tes. Berdasarkan penilaian para ahli, e-modul berbasis Problem Based Learning memenuhi kategori sangat valid. Aspek kepraktisan mencapai kategori sangat praktis ditinjau dari observasi keterlaksanaan e-modul berbasis Problem Based Learning, angket respon peserta didik, dan angket respon pendidik. Selanjutnya efektifitas e-modul berbasis Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis mencapai kriteria sangat efektif, yang ditunjukkan dari hasil tes literasi matematis dengan rata-rata pencapaian indikator di atas 60% dan tingkat ketuntasan belajar peserta didik lebih dari 70% pada tahap field test. Implikasinya, e-modul berbasis PBL efektif mendukung literasi matematis dan layak diterapkan lebih luas di sekolah menengah.
Copyrights © 2025