CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
Vol. 6 No. 1 (2026)

STUDI INTERPRETATIF FENOMENOLOGI: PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA DI DAERAH RURAL PADA ERA DIGITAL

Huttu, Lionesius Piter Tay (Unknown)
Takalapeta, Theodora (Unknown)
Wijaya, R. Pasifikus Ch. (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jan 2026

Abstract

The massive development of digital technology has disrupted parenting patterns in rural areas that traditionally uphold family values, triggering a gap in interactions between parents and children. This study aims to explore in-depth the phenomenological experiences of parents in Ndetundora I Village, Ende Regency, as they navigate the dynamics of parenting in the digital era. Adopting a qualitative method with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach, the study involved in-depth interviews with four parents of adolescent children to understand their subjective interpretations. The study findings revealed an ambivalent perception of devices; although recognized as vital instruments for distance education and communication, devices are also perceived as triggers for the degradation of family interactions and the weakening of parental authority due to children's broader access to information. Parents respond to these challenges through strategies that oscillate between firm discipline and persuasive approaches. It is concluded that rural parenting practices in the digital era are a complex manifestation of parental affection and protective expectations, demanding an adaptive balance between strict control and emotional support to safeguard children's futures. ABSTRAK Perkembangan masif teknologi digital telah menciptakan disrupsi pada pola pengasuhan di wilayah rural yang secara tradisional memegang teguh nilai kekeluargaan, memicu kesenjangan interaksi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman fenomenologis orang tua di Desa Ndetundora I, Kabupaten Ende, dalam menghadapi dinamika pengasuhan di era digital. Mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini melibatkan wawancara mendalam terhadap empat orang tua yang memiliki anak usia remaja untuk memahami pemaknaan subjektif mereka. Temuan studi menyingkap adanya ambivalensi persepsi terhadap gawai; meskipun diakui sebagai instrumen vital untuk pendidikan dan komunikasi jarak jauh, gawai sekaligus dianggap sebagai pemicu degradasi interaksi keluarga dan pelemahan otoritas orang tua akibat akses informasi anak yang lebih luas. Orang tua merespons tantangan ini melalui strategi yang berosilasi antara penegakan disiplin tegas dan pendekatan persuasif. Disimpulkan bahwa praktik pengasuhan di daerah rural pada era digital merupakan manifestasi kompleks dari kasih sayang dan harapan protektif orang tua, yang menuntut keseimbangan adaptif antara kontrol ketat dan pendampingan emosional demi menjaga masa depan anak.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

cendekia

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu ...