Improving the quality of human resources is a vital element for service companies to maintain optimal performance and service standards. This study aims to analyze in-depth the effect of hard skills training on employee performance at PT. Manajemen Asisten Indonesia, responding to the urgent need for improved technical competency. Using a quantitative descriptive approach, the study involved all employee training participants as a sample through a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through a series of statistical tests, including validity, reliability, normality, Product Moment correlation, and simple linear regression. The analysis findings revealed a fairly strong positive relationship between hard skills training and employee performance, indicated by a correlation coefficient of 0.507. Furthermore, hard skills training was shown to contribute 25.7% to the variation in employee performance, with the results of the model significance test confirming a significant effect (p = 0.002). The main conclusion of this study is that relevant and targeted hard skills training has a significant impact on improving employee work effectiveness. Therefore, companies are advised to continuously align technical training materials with dynamic operational needs to achieve sustainable productivity. ABSTRAK Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan elemen vital bagi perusahaan jasa untuk mempertahankan standar kinerja dan layanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh pelatihan hardskill terhadap kinerja karyawan di PT. Manajemen Asisten Indonesia, merespons kebutuhan mendesak akan kompetensi teknis yang lebih baik. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan seluruh karyawan peserta pelatihan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui serangkaian uji statistik, termasuk validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Product Moment, serta regresi linier sederhana. Temuan analisis mengungkapkan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara pelatihan hardskill dan kinerja karyawan, ditandai dengan koefisien korelasi sebesar 0,507. Lebih lanjut, pelatihan hardskill terbukti memberikan kontribusi sebesar 25,7% terhadap variasi kinerja karyawan, dengan hasil uji signifikansi model yang mengonfirmasi pengaruh nyata (p = 0,002). Kesimpulan utama dari studi ini adalah bahwa pelatihan hardskill yang relevan dan terarah memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus menyelaraskan materi pelatihan teknis dengan dinamika kebutuhan operasional guna mencapai produktivitas yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026