Serangan Hama burung pipit dan monyet dilahan sawah mengakibatkan kerugian hasil panen yang signifikan. Selama ini, petani masih menggunakan metode tradisional seperti orang-orangan sawah dan bunyi-bunyian manual untuk mengusir hama, namun cara tersebut kurang efektif dalam jangka panjang. Serangan burung pipit mengakibatkan penurunan hasil panen hingga 50% sehingga tim pengabdian mengimplementasikan alat pengusir hama berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat dipantau melalui perangkat Android yang telah dibuat. Alat ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi pergerakan hama yang dapat menjangkau area sawah yang sulit diawasi secara langsung. Pelaksanaan kegiatan meliputi implementasi alat, pelatihan penggunaan alat bagi kelompok tani, serta pendampingan lapangan selama masa uji coba. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan alat IoT ini mampu mengurangi serangan hama hingga 70% dibandingkan metode manual sebelumnya. Selain itu, pemahaman petani terhadap teknologi tepat guna meningkat, terlihat dari kemampuan mereka dalam mengoperasikan serta merawat alat secara mandiri.
Copyrights © 2026