Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode pembelajaran storytelling terhadap kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satap Tabongo dalam bercerita kembali dongeng fantasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra eksperimen (one-group pretest-posttest design), dengan melibatkan 20 siswa yang dinilai melalui rubrik kinerja lisan sebelum dan sesudah intervensi. Perlakuan berupa penerapan metode storytelling selama empat pertemuan, dengan penekanan pada ekspresi wajah, intonasi suara, dan penggunaan bahasa parafrastis. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan siswa: skor rata-rata meningkat dari 41,65 (pretest) menjadi 74,15 (posttest), dengan nilai Z = –3,921 dan p = 0,000 (< 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa metode storytelling efektif meningkatkan keterampilan berbicara naratif, terutama dalam aspek pemahaman isi, penggunaan bahasa sendiri, dan ekspresi lisan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan storytelling sebagai strategi pembelajaran sastra yang kontekstual, menyenangkan, dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, bahkan di sekolah terpencil dengan keterbatasan sumber daya.
Copyrights © 2025