Perkembangan keterampilan motorik kasar pada anak usia sekolah dasar merupakan fondasi penting bagi kebugaran jasmani, koordinasi, serta partisipasi fisik anak di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat keterampilan motorik kasar antara anak yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga dan yang tidak mengikuti di SDI Al-Chusnaini. Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi terdiri dari 123 siswa kelas IV–VI berusia 9–12 tahun, yang dibagi menjadi dua kelompok: aktif ekstrakurikuler olahraga (n = 64) dan tidak aktif (n = 59). Instrumen pengukuran menggunakan Test of Gross Motor Development–2 (TGMD-2), mencakup dua subtes: lokomotor dan kontrol objek. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, dan t-test independen pada taraf signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam skor Gross Motor Quotient (GMQ) antara kelompok aktif (92,1 ± 8,3) dan kelompok tidak aktif (83,7 ± 9,1), p < 0,001. Perbedaan ini menunjukkan bahwa keterlibatan dalam ekstrakurikuler olahraga berpengaruh positif terhadap kemampuan motorik kasar anak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya aktivitas fisik terstruktur dalam pengembangan keterampilan motorik dasar di lingkungan sekolah dasar. Sekolah disarankan untuk memperluas program ekstrakurikuler olahraga agar dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar seluruh siswa.
Copyrights © 2025