Perumusan masalah yang tepat merupakan fondasi krusial dalam penelitian, namun dalam praktiknya, banyak peneliti, termasuk di bidang agama, mengalami kesulitan mendasar pada tahap ini. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hakikat identifikasi masalah, batasan masalah, dan pertanyaan penelitian; menguraikan bentuk dan alur perumusannya; serta mendeskripsikan penerapan metodologi dalam konteks penelitian agama. Penulisan menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah sumber-sumber literatur yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa: (1) Ketiga elemen tersebut membentuk satu rangkaian logis yang tak terpisahkan, di mana identifikasi masalah berfungsi menemukan kesenjangan (gap), batasan masalah memfokuskan ruang lingkup, dan pertanyaan penelitian merumuskan inti masalah yang akan dijawab; (2) Alur perumusan masalah bersifat sistematis dan berjenjang, dimulai dari identifikasi, pembatasan, hingga perumusan pertanyaan penelitian yang spesifik dan operasional sebagai panduan utama penelitian; (3) Penerapan metodologi dalam penelitian agama bersifat dinamis, di mana pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed method dapat diaplikasikan secara kontekstual, dengan pemilihan metode yang sangat bergantung pada rumusan masalah, baik untuk mengkaji aspek doktriner maupun fenomena empiris-sosial. Disimpulkan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap ketiga aspek ini akan menghasilkan penelitian agama yang terfokus, terarah, sistematis, dan berkontribusi signifikan bagi pengembangan khazanah keilmuan.
Copyrights © 2026