Penelitian ini mengkaji bagaimana konfiks me-…-kan dan ke-…-an digunakan dalam cerpen “Nyanyian Hutan Cendana”. Peneliti mengumpulkan 23 kata berkonfiks dari teks cerpen, kemudian mengidentifikasi bentuk dasar, fungsi, dan maknanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfiks ke-…-an umumnya membentuk kata yang menggambarkan suasana dan perasaan tokoh. Sementara itu, konfiks me-…-kan banyak membentuk kata kerja yang menunjukkan tindakan, yang membuat alur cerita bergerak lebih hidup. Secara keseluruhan, kedua konfiks ini saling melengkapi dalam menciptakan cerita yang lebih jelas, ekspresif, dan mudah dipahami. Temuan penelitian diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang proses morfologis dalam bahasa Indonesia, khususnya dalam karya sastra.
Copyrights © 2025