p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cahaya Edukasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Campur Kode pada Media Sosial Instagram Noor Alimah; Siti Hadijah; Citra Nofia Lestari; Jamani, Norhidayah
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.232

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena campur kode yang terjadi pada mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam penggunaan media sosial Instagram. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi multibahasa Indonesia, khususnya mahasiswa yang menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu, serta Bahasa Inggris dalam interaksi digital. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk alih kode dan campur kode yang muncul serta faktor sosiolinguistik yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa postingan akun @curhatanulm pada periode Oktober hingga November. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 8 (delapan) fenomena campur kode dari 29 data postingan, dengan bentuk penyisipan kata atau frasa bahasa Inggris maupun bahasa Banjar ke dalam bahasa Indonesia. Campur kode digunakan untuk menciptakan kesan santai, gaul, menekankan emosi, serta menandai identitas kelompok. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian kebahasaan, khususnya dinamika penggunaan bahasa di ruang digital, serta menjadi upaya pelestarian bahasa daerah di tengah arus globalisasi.
Analisis Konfiks dalam Cerpen “Nyanyian Hutan Cendana” karya Dhias Thafari Luthfi Ramadhan Noor Alimah; Jamilah, Noor Alimah
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.262

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana konfiks me-…-kan dan ke-…-an digunakan dalam cerpen “Nyanyian Hutan Cendana”. Peneliti mengumpulkan 23 kata berkonfiks dari teks cerpen, kemudian mengidentifikasi bentuk dasar, fungsi, dan maknanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfiks ke-…-an umumnya membentuk kata yang menggambarkan suasana dan perasaan tokoh. Sementara itu, konfiks me-…-kan banyak membentuk kata kerja yang menunjukkan tindakan, yang membuat alur cerita bergerak lebih hidup. Secara keseluruhan, kedua konfiks ini saling melengkapi dalam menciptakan cerita yang lebih jelas, ekspresif, dan mudah dipahami. Temuan penelitian diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang proses morfologis dalam bahasa Indonesia, khususnya dalam karya sastra.